Selasa, 29 September 2009

Thanks to Alloh yang membuatku penuh keajaiban 1

Nayra Ufaira Rafifa itulah nama anakku.. bayi cantik nan lucu dengan mata yang indah, bulu mata yang panjang, serta hidung yang bagir dengan bibir yang kecil...
Asal mulanya tidak ada rencana untuk memiliki buah hati dikarenakan masih kuliah semester 8 dimana skripsi telah dimulai, namun Alloh segera memberikan buah hati setelah 2 tahun pernikahanku...
pikiranku saat itu setelah mengetahui hamil, sangat senang dan hawatir.rasa senang karena dirahimku telah ada makhluk hidup yang Alloh berikan yaitu karunia yang...subhannalloh luarbiasa ciptaannya. Rasa khawatir karena aku sedang menjalani proses skripsi yang luar biasa harus siap mental dan psikis saat itu saya ragu akan hal itu...
satu bulan, dua bulan, tiga bulan, empat bulan, lima bulan masa kehamilanku telah aku lewati...
saat itu pengumuman pengajuan judul sudah ditentukan... aku mulai mencari judul yang sesuai dengan jurusanku yaitu akuntansi. Namun kuasa Alloh... Alloh telah mempermudah jalan pertamaku...yaitu dengan mencari judul tidak harus bolak-balik kampus orang, atau bolak-balik perpustakaan..tapi hanya dengan duduk dikantor suamiku lalu buka internet..dengan penuh perjuangan akhirnya aku mendapatkan judul yang sesuai. alhamdulilah aku mengajukan judul skripsi "Pengaruh Economic Value Edded terhadap perubahan harga saham pada industri telekomunikasi di BEI". alhasil judulku langsung diterima..alhamdullilah ya Alloh ternyata dikampusku belum ada yang membahas judul ku itu..
proses panjang persiapan seminar akuntansi...alhamdulilah bab 1 dan bab 3 selesai..kemudian hari sidang pertama dimulai...deg..degan seh tapi alhadulilah alloh mempermudah jalanku dosen penguji ku baik semua...pas lagi enak-enaknya nyusun terus bimbingan kemudian aku melahirkan...kemudian saat itu batas pengumpulan draft 2 haRI lagi aku belum mendapatkan acc dari dosen pembimbing lalu..
Bersambung............

Selasa, 15 September 2009

KLASIFIKASI DAN PENGEMBANGAN AKUNTANSI INTERNASIONAL

A. Klasifikasi Akuntansi Internasionai
Klasifikasi akuntansi internasional dapat diiakukan dalam dua cara yaitu kalsifikasi Subjektif dan secara Empiris.
1. Klasifikasi Subyektif
Yaitu Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi dan pengalaman. a. Menurut Prof. G.G.Mueller
Dia menyatakan bahwa sepuluh "kelompok praktik akuntansi yang berbeda dapat dilihat. Oia mengaitkan 10 Pengelompokan tersebut dengan masing-masing lingkungan bisnis yang berbeda tempat mereka beroperasi. Tiap kelompok dilaporkan berbeda dari yang lainnya paling tidak dalam satu hal penting. Kesepuluh kelompok tersebut adalah :
1. AS/Kanada/Belanda
2. Persemakmuran iggris(kecuali Kanada)
3. Jerman/Jepang
4. Eropa daratan
5. Skandinavia
6. Israel/Meksiko
7. Amerika Selatan
8. Negara-negara berkembang di Timur jauh dan dekat
9. Afrika (kecuali afrika selatan)
10. Negara-Negara Komunis
Metodeklasifikasi diatas dipakai secara luas oleh institusi-institusi akuntan internasional, Sejumlah organisasi internasional, dan perusahaan-perusahaan jasa akuntansi multinasional.

b. Menurut Kommite On Internasional Accounting Operations and Education 1975-1976 dariAAA
Bahwa Pola akuntansi dunia bisa dikalsifikasikan berdasarkan " Zona Pengaruh" berdasarkan sumber historis, budaya, sosio ekonomi yang telah mempengaruhi prinsip-prinsip akuntansi yang mendasari pengukuran dan pelaporan akuntansi keuangan dinegara Negara dan wilayah yang berbeda. Komite tersebut membedakan 5 Zona Pengaruh yaitu : Inggris, prancis, jerman/Belanda/AS/Komunis.
Setelah dipastikan klasifikasi praktik akuntansi yang ada berguna sekarang terbukti berguna dalam mengatur operasi kantor dan system pengendalian keuangan.
c. Menurut Prof. CW.Nobes
la menyarankan sebuah system klasifikasi yang menambahkan integritas hirarkis kedalam berbagai upaya yanga sebelumnya.Klasifikasi tersebut mengandung suatu hirarki dan mencoba memperlihatkan bahwa tidak saja dua Negara tertentu berada dalam kategori yang berbeda tetapi juga seberapa jauh atau dekat kategori-kategori ni.
d. Menurut Prof. SJ.Gray
Dia mengevaluasi pengaruh dari factor-faktor budaya terhadap system-sistem akuntansi dengan memperluas riset prof. G. Hofstrede yang dipublikasikan dalam Cultire's consequences tahun 1980. Hofstrede mengindentifikasi 4 Nilai budaya yaitu jarak kekuasaaan, individualism, maskulintas, dan penghindaran ketidakpastian. Dari analisis data-data yang diperoleh dari karyawan-karyawan perusahaan-perusahaan multinasional besar AS yang beroperasi di 40 negara yang berbeda. Riset Gray merupakan suatu terobosan dimana riset tersebut menyiratkan bahwa perbedaan-perbedanaan budaya yang nyata mungkin bisa menjelaskan perbedaaan-perbedaan antarnasional dalam system akuntansi. Hipotesis Gray mulai diujisecara empiris.
2. Klasifikasi yang Teruji Secara Empiris
Yaitu Klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistic untuk mengumpulkan data prinsip dan praktek akuntansi seluruh dunia. Analsis praktik-praktik akuntansi dan pelaporan yang secara nyata dipakai adalah cara lain untuk membentuk system kalsifikasi.
Pelopor dalam upaya ini adalah Prof. R. C. Da Costa, J.C.Bourgeois, dan W.M Lawson pada satu sisi dan prof.W.G. Frank dan R.D. Nair di sisi lain. Mereka seperti halnya peneliti-peneliti lain, telah mengaplikasikan anaiisis factor untuk menemukan berbasis statistic dari praktik-praktik akuntansi yang ada sekarang. Studi tentang Cluster menggunakan data-data suvey kualitatif mengenai prinsip-prinsip akuntansi dan praktik pelaporan yang disiapkan dan dipublikasikan oleh

Price Water House Internasional. Dengan data tah 1973,1975, dan 1979. Peneliti-peneliti itu terdiri dari:
1. Kelompok-kelompok Akuntansi Da Costo-Bourgeois-Lawson
2. Kelompok-Kelompok Auntansi Frank
3. Kelompok-kelompok Pengukuran Nair-Frank 1975
4. Studi Doupnik bahwa sebagian peredaan pelaporan keuangan menurun diantara Negara Negara disebabkan ketaatan kepada standar akuntansi internasional telah meningkat selama waktu waktu tersebut yaitu pada periode 1975-1983.
5. Studi Z. Rebman -Huber bahwa tingkat pengaruh pemerintah nasional atas penyusunan standar akuntansi keuangan atau legistimasi pemerintah terhadap proses tersebut merupakan sarana klasifikasi berguna. Studi yang dilakukan Rebman - number berkenaan dengan sisi masukan dari system akuntansi yaitu penyusunan standar akuntansi,sedangkan semua stud! sebelumnya diarahkan pada keiuaran system akuntansi yaitu praktik actual. Keduanya menjanjikan riset tambahan.
B. Pengembangan Akuntansi Internasional
Akuntansi Internasional adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antarnegara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya. Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis. Berikut ini karakteristik era ekonomi global:
1. Bisnis internasional
2. Hilangnya batasan-batasan antar Negara era ekonomi global sering sulit untuk mengindentifikasi Negara asal suatu produk atau perusahaan, hal ini terjadi pada perusahaan multinasiona!
3. Ketergantungan pada perdagangan internasional
1.1 Faktor mempengaruhi perkembangan akuntansi Internasional
Ada 8 (delapan) factor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi
internasional:
1. Sumber pendanaan

Di Negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki focus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait. Sebaliknya, dalam system berbasis kredit di mana bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki focus atas perlindungan kreditor meialui pengukuran akuntansi yang konservatif.
2. Sistem Hukum
Dunia barat memiliki dua orientasi dasar: hukum kode (sipil) dan hukum umum (kasusj. Dalam Negara-negara hukum kode, hukum merupakan satu kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan prosedur sehingga aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap. Sebaliknya, hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap.
3. Perpajakan
Di kebanyakan Negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk keperluan pajak. Ketika akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip akuntansi tertentu.
4. Ikatan Politik dan Ekonomi
5. Inflasi
Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya histories dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu Negara untuk menerapkan perubahan terhadap akun-akun perusahaan.
6. Tingkat Perkembangan Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu
perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama.
7. Tingkat Pendidikan
Standard praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika
disalahartikan dan disalahgunakan. Pengungkapan mengenai resiko efek
derivative tidak akan informative kecuaii jika dibaca oleh pihak yang
berkompeten.
8. Budaya
Empat dimensi budaya nasional, menurut Hofstede: individualisme, jarak
kekuasaan, penghindaran ketidakpastian, maskulinitas.
1.2 Pola Pengembangan Komparatif
1. Pola Makroekonomis
praktek akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional. Suatu perusahaan merupakan bagian dari

Proyek tersebut bertujuan untuk menghubugkan penetapan standar akuntansi keuangan dengan faktor-faktor lingkungan. Kerangka konseptual menggunakan dasar pikiran akuntansi sebagai suatu disiplin independen. Faktor-faktor internal atau intrinsik dari akuntansi disusun secara hirarkis komperhensif dan konsisten bag! semua aspek disiplin akuntansi keuangan.
Sejumlah variabel akuntansi internal yang dicakup oleh kerangka konseptual dikembangkan dan dibahas da.'arr: SFAC No. 3 FASB mengindentifikasikan item-item ini sebagai elemen-elemen iaporan keuangan. Kesepuluh elemen itu adalah aset, kewajiban, ekuitas, investasi oleh pemilik, distribusi kepada pemilik, laba komprenhensif, pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian.
1.4 Perusahaan Multinasional Sebagai Agen Pengembangan Akuntansi
Munculnya suatu badan standar-standar akuntansi keuangan yang dikhususkan bag! keperluan-keperluan perusahaan multi nasional sebagai agen pengembangan akuntasi, maka perusahaan-perusahaan ini akan menjadi inovator akuntansi yang penting. Karena eksistensi mereka tergantung pada inovasi organisasi, ekonomi politik dan yang lainnya. Saat ini, tidak ada riset yang jelas atau pembuatan kebijakan yang khusus yang ditunjukan bagi pengembangan bag! akuntansi internasional berdasarkan perusahaan multi nasional. Usaha PBB dalam mengembangkan akuntansi internasional hanya menjamin kesuksesan jangka pendek saja yang di dalamnya terlibat hubungan emosi dan politik. Sejauh ini IASC tetap mempertahankan perspektif vilagenya, pendekatan yang berorientasi pada perusahaan multi nasional tidak akan memperolah dukungan profesional. Namun perusahaan multi nasional itu mungkin memilih untuk melakukan inovasi dengan cara mereka sendiri jika tanggapan yang realistik atas masalah-masalah akuntansi yang unik bagi mereka tidak segera muncul.
1.5 Kebutuhan-kebutuhan Akuntansi dari Negara-Negara Berkembang
Saat ini akuntansi di negara-negara berkembang sedang meningkat akhir-akhir ini, hal ini terlihat dari kebutuhan akuntansi dinegara berkembang yaitu :
1. Tipe sistem akuntansi yang dibutuhkan di negara berkembang.
Sistem akuntansi negara berkembang seharusnya membuat dan kemudian menjalankan sistem yang mereka anggap tepat, dan dilakukan secara selektif. Yang berdasarkan sistem akuntansi terkait dengan lingkungan lokal.
2. Pendidikan dan sarana untuk memperbanyak akuntan-akuntan yang terlatih. Untuk meningkatkan akuntan-akuntan terlatih di negara berkembang diperlukan keselarasan pendidikan dan pelatihan namun tidak sesuai dengan praktikyang nyata. Sehingga menimbulkan ketidak berhasilan, ketidak

kepentingan public yang mempengaruhi dan mengarahkan kebijakan-
kebijakan nasional.
Pola Makroekonomis terdiri dari:
a. Perusahaan bisnis merupakan unit yang esensial dalam struktur ekonomi
suatu Negara. b. Perusahaan mencapai tujuannya dengan cara yang terbaik melalui
koordinasi erat aktivitas-aktivitasnya dengan kebijakan-kebijakan
ekonomi nasional dalam lingkungannya. c. Kepentingan public dilayani dengan baik jika akuntansi perusahaan bisnis
saling berhubungan erat dengan kebijakan nasional
2. Pola Mikroekonomis
akuntansi bekembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Tujuannya terletak
pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup.
3. Disiplin Independen
akuntansi berasal dari praktek bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dan pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan. Akuntansi dipandang sebagai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang dijalankan dan bukan dari cabang keilmuan seperti ekonomi.
A.Keseragaman Akuntansi
akuntansi distandariasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan penyajian akan memudahkan perancang pemerintah, otoritas pajak, dan bahkan manajer untuk menggunakan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis. Terdapat 3 pendekatan akuntansi yaitu : a. Pendekatan Bisnis
Keseragaman akuntansi ditunjukan secara khusus kepada
pemakai-pemakai tertentu data akuntansi.yang sering dipakai
cabang industri dan perdagangan. b. Pendekatan Ekonomi
Pendekatan ini mengaitka akuntansi dengan kebijakan publik. c. Pendekatan Teknis
Pendekatan ini bersifat analitis, dimana pendekatan dengan
menseragamkan dari prinsip-prinsip dasar pembukuan double
entry.
13 Pengembangan yang didasarkan pada Kerrangka-kerangka Konseptual
FASB di AS telah memulai upaya utamanya untuk membentuk kerangka konseptual bagi akuntansi keuangan sejak awal organisasi itu berdiri tahun 1973.

berhasilan itu dikarenakan pendidik dan pelatih datang dari negara maju yang memiliki persepsi yang kurang tepat mengenai kondisi-kondisi lokal.
KOMENTAR
Menurut saya, ida<*ikasi dan pengembangan merupakan dua unsur yang mewarnai pemikiran dasar d^am bidang akuntansi internasionai. Dalam proses pengklasifikasian terlihat menarik pads saat akuntansi keuangan antar negara yang menjadikan indikator berupa stimulus hngk^ngan, lingkungan budaya, ekonomi, hukum dan politik yang berbeda menghasiiica" sistem akuntansi yang berbeda puia, perbedaan ini terlihat dari pengujian sejumlah peneliti yang sudah diamati dan diuji sehingga menghasilkan perbedaan yang bersifat rill.
Timbulnya sistem pengklasifikasian sistem akuntansi keuangan dikarenakan bahwa klasifikasi bersifat -fundamental dalam usaha memahami dan menganalisis fakta-fakta yang dapat diamati dan untuk memformulasikan hubungan yang nyata antara fakta-fakta tersebut. Kiasifikasi sistem akuntansi keuangan dapat memberikan kegunaan yang sama daiam pengidentifikasian dan laju perubahan yang dapat diukur, sehingga banyak praktisi dan akademisi akuntansi nasional melihat kegunaan dari prosedur dan analisis klasifikasi tersebut.
Mengenai studi-studi pengembangan berarti mengusahakan suatu tumbuh secara perlahan. Konsep pengembangan ditemukan sebagian dalam bidang studi diantaranya ; kita mengenai pembangunan ekonomi, pengembangan organisasi, dan pengembangan lainnya.
Kemampuan untuk menganalisis faktor-faktor pembangunan dapat ditarik kesimpulan mengenai efisiensi dan efektifitas pembangunan dalam kasus negara-negara berkembang. Studi-studi pembangunan biasanya tidak seberat studi-studi klasifikasi. Keduanya member! kontribusi pada kemajuan bidang akuntansi internasionai dan terdapat semacam tingkat sinergi antara kedua pendekatan tersebut. Keduanya berakar dari konseptualisme. Meskipun terdapat perbedaan filosofis. Pentinganya adalah dua studi ini membantu membentuk bidang akuntansi internasionai, mendorong perhatian kepada akuntansi internasionai, dan memperluas konsekuensi-konsekuensinya ke daiam praktik-praktik internasionai bisnis dan industri.


Akuntansi Internasional 1

TUGAS I
Pertanyaan :
1. Kurs valuta asing jarang stabil, karena nilainya cenderung bervariasi mengikuti kekuatan permintaan dan penawaran yang kompleks. Coba anda sebutkan jenis-jenis valuta asing beserta nama negaranya minimal 25 negara?
Jawab:
1. Argentina = Austral
2. Australia = Dolar
3. Autralia = Schilling
4. Bahrain = Dinar
5. Belgia = Franch
6. Brazil = Cruzeiro
7. Britain = Pound
8. Canada = Dolar
9. Chile = Peso
10. China = Renmimbi
11. Colombia = Peso
12. Denmark = Krone
13. Ecuador = Surre
14. Finland = Markka
15. France = Franc

16. India = Rupee
17. Hongkong = Dolar
18. Indonesia = Rupiah
19. Ireland = Punt
20. Italy = Lira
21. Japan = Yen
22. Jordan = Dinar
23. Kuwait = Dinar
24. Lebanon = Pound
25. Malaysia = Ringgit
26. Malta = Lira
27. Mexiko = Peso
28. Netherland = Guilder
29. Pakistan = Rupee
30.Peru = New Sol
















2. Akuntansi harus tanggap terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berubah dan harus mencerminkankan kondisi budaya, ekonomi, hokum, sosial, dan politik dari masyarakat tempat beroperasi. Kegunaaan teknis dan sosial akuntansi tergantung pada kemampuannya untuk merefleksikan kondisi-kondisi ini. Coba saudara sebutkan dan jelaskan klasifikasi dan pengembangan akuntansi internasional?
JAWAB :
A. Klasifikasi Akuntansi Internasional
Klasifikasi akuntansi internaisonal dapat dilakukan dalam dua cara yaitu klasifikasi Subjektif dan secara empiris.
1. Klasifikasi Subyektif
Yaitu Klasifikasi dengan peritmbangan bergantung pada pengetahuan, instituisi dan pengalaman.
a. Menurut Prof. G.G Mueller
Dia mengatakan bahwa sepuluh “kelompok praktik akuntansi yang berbeda dapat dilihat. Dia mengaitkan 10 pengelompokantersebut dengan masing-masing lingkungan bisnis yang berbeda tempatt mereka beroperasi. Tiap kelompok dilaporkan berbeda dari yanglainnya paling tidak dalam satu hal penting. Kesepuluh kelompok tersebut adalah :
AS/Kanada/Belanda, Persemakmuran Inggris, Jerman/Jepang, Eropa daratan, Skandanavia, Israel/Meksiko, Amerika Selatan, Negara-negara berkembang di Timur tengah jauh dan dekat, Afrika (Kecuali afrika selatan, dan Negara-negara komunis.
b. Menurut Kommite On Internasional Accounting Operations and Education 1975-1976 dariAAA
Bahwa Pola akuntansi dunia bisa dikalsifikasikan berdasarkan " Zona Pengaruh" berdasarkan sumber historis, budaya, social, ekonomi yang telah mempengaruhi prinsip-prinsip akuntansi yang mendasari pengukuran dan pelaporan akuntansi keuangan dinegara Negara dan wilayah yang berbeda. Komite tersebut membedakan 5 Zona Pengaruh yaitu : Inggris, prancis, jerman/Belanda/AS/Komunis.
Setelah dipastikan klasifikasi praktik akuntansi yang ada berguna sekarang terbukti berguna dalam mengatur operasi kantor dan system pengendalian keuangan.
c. Menurut Prof. CW.Nobes
la menyarankan sebuah sistem klasifikasi yang menambahkan integritas hirarkis kedalam berbagai upaya yanga sebelumnya.Klasifikasi tersebut mengandung suatu hirarki dan mencoba memperlihatkan bahwa tidak saja dua Negara tertentu berada dalam kategori yang berbeda tetapi juga seberapa jauh atau dekat kategori-kategori ini.
d. Menurut Prof. SJ.Gray
Dia mengevaluasi pengaruh dari factor-faktor budaya terhadap system-sistem akuntansi dengan memperluas riset prof. G. Hofstrede yang dipublikasikan dalam Cultire's consequences tahun 1980. Hofstrede mengindentifikasi 4 Nilai budaya yaitu jarak kekuasaaan, individualism, maskulintas, dan penghindaran ketidakpastian. Dari analisis data-data yang diperoleh dari karyawan-karyawan perusahaan-perusahaan multinasional besar AS yang beroperasi di 40 negara yang berbeda. Riset Gray merupakan suatu terobosan dimana riset tersebut menyiratkan bahwa perbedaan-perbedanaan budaya yang nyata mungkin bisa menjelaskan perbedaaan-perbedaan antarnasional dalam system akuntansi. Hipotesis Gray mulai diujisecara empiris.
2. Klasifikasi yang Teruji Secara Empiris
Yaitu Klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistik untuk mengumpulkan data prinsip dan praktek akuntansi seluruh dunia. Analsis praktik-praktik akuntansi dan pelaporan yang secara nyata dipakai adalah cara lain untuk membentuk system kalsifikasi.
Pelopor dalam upaya ini adalah Prof. R. C. Da Costa, J.C.Bourgeois, dan W.M Lawson pada satu sisi dan prof.W.G. Frank dan R.D. Nair di sisi lain. Mereka seperti halnya peneliti-peneliti lain, telah mengaplikasikan anaiisis factor untuk menemukan berbasis statistic dari praktik-praktik akuntansi yang ada sekarang. Studi tentang Cluster menggunakan data-data suvey kualitatif mengenai prinsip-prinsip akuntansi dan praktik pelaporan yang disiapkan dan dipublikasikan oleh Price Water House Internasional. Dengan data tah 1973,1975, dan 1979. Peneliti-peneliti itu terdiri dari:
1. Kelompok-kelompok Akuntansi Da Costo-Bourgeois-Lawson
2. Kelompok-Kelompok Auntansi Frank
3. Kelompok-kelompok Pengukuran Nair-Frank 1975
4. Studi Doupnik bahwa sebagian peredaan pelaporan keuangan menurun diantara Negara Negara disebabkan ketaatan kepada standar akuntansi internasional telah meningkat selama waktu waktu tersebut yaitu pada periode 1975-1983.
5. Studi Z. Rebman -Huber bahwa tingkat pengaruh pemerintah nasional atas penyusunan standar akuntansi keuangan atau legistimasi pemerintah terhadap proses tersebut merupakan sarana klasifikasi berguna. Studi yang dilakukan Rebman - number berkenaan dengan sisi masukan dari system akuntansi yaitu penyusunan standar akuntansi,sedangkan semua studi sebelumnya diarahkan pada keiuaran system akuntansi yaitu praktik actual. Keduanya menjanjikan riset tambahan.
B. Pengembangan Akuntansi Internasional
Akuntansi Internasional adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antarnegara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya. Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis. Berikut ini karakteristik era ekonomi global:
1. Bisnis internasional
2. Hilangnya batasan-batasan antar Negara era ekonomi global sering sulit untuk mengindentifikasi Negara asal suatu produk atau perusahaan, hal ini terjadi pada perusahaan multinasional
3. Ketergantungan pada perdagangan internasional

1.1 Pola Pengembangan Komparatif
1. Pola Makroekonomis
Praktek akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional. Suatu perusahaan merupakan bagian dari kepentingan publik yang mempengaruhi dan mengarahkan kebijakan-kebijakan nasional.
2. Pola Mikroekonomis
Akuntansi bekembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Tujuannya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup.
3. Disiplin Independen
Akuntansi berasal dari praktek bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dan pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan. Akuntansi dipandang sebagai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang dijalankan dan bukan dari cabang keilmuan seperti ekonomi.
4. Keseragaman Akuntansi
Akuntansi distandariasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan penyajian akan memudahkan perancang pemerintah, otoritas pajak, dan bahkan manajer untuk menggunakan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis.
1.2 Pengembangan yang didasarkan pada Kerrangka-kerangka Konseptual
FASB di AS telah memulai upaya utamanya untuk membentuk kerangka konseptual bagi akuntansi keuangan sejak awal organisasi itu berdiri tahun 1973. Proyek tersebut bertujuan untuk menghubugkan penetapan standar akuntansi keuangan dengan faktor-faktor lingkungan. Kerangka konseptual menggunakan dasar pikiran akuntansi sebagai suatu disiplin independen. Faktor-faktor internal atau intrinsik dari akuntansi disusun secara hirarkis komperhensif dan konsisten bagi semua aspek disiplin akuntansi keuangan. Sejumlah variabel akuntansi internal yang dicakup oleh kerangka konseptual dikembangkan dan dibahas. SFAC No. 3 FASB mengindentifikasikan item-item ini sebagai elemen-elemen iaporan keuangan. Kesepuluh elemen itu adalah aset, kewajiban, ekuitas, investasi oleh pemilik, distribusi kepada pemilik, laba komprenhensif, pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian.
1.3 Perusahaan Multinasional Sebagai Agen Pengembangan Akuntansi
Munculnya suatu badan standar-standar akuntansi keuangan yang dikhususkan bag! keperluan-keperluan perusahaan multi nasional sebagai agen pengembangan akuntasi, maka perusahaan-perusahaan ini akan menjadi inovator akuntansi yang penting. Karena eksistensi mereka tergantung pada inovasi organisasi, ekonomi politik dan yang lainnya. Saat ini, tidak ada riset yang jelas atau pembuatan kebijakan yang khusus yang ditunjukan bagi pengembangan bag! akuntansi internasional berdasarkan perusahaan multi nasional. Usaha PBB dalam mengembangkan akuntansi internasional hanya menjamin kesuksesan jangka pendek saja yang di dalamnya terlibat hubungan emosi dan politik. Sejauh ini IASC tetap mempertahankan perspektif vilagenya, pendekatan yang berorientasi pada perusahaan multi nasional tidak akan memperolah dukungan profesional. Namun perusahaan multi nasional itu mungkin memilih untuk melakukan inovasi dengan cara mereka sendiri jika tanggapan yang realistik atas masalah-masalah akuntansi yang unik bagi mereka tidak segera muncul.
1.4 Kebutuhan-kebutuhan Akuntansi dari Negara-Negara Berkembang
Saat ini akuntansi di negara-negara berkembang sedang meningkat akhir-akhir ini, hal ini terlihat dari kebutuhan akuntansi dinegara berkembang yaitu :
1. Tipe sistem akuntansi yang dibutuhkan di negara berkembang.
Sistem akuntansi negara berkembang seharusnya membuat dan kemudian menjalankan sistem yang mereka anggap tepat, dan dilakukan secara selektif. Yang berdasarkan sistem akuntansi terkait dengan lingkungan lokal.
2. Pendidikan dan sarana untuk memperbanyak akuntan-akuntan yang terlatih. Untuk meningkatkan akuntan-akuntan terlatih di negara berkembang diperlukan keselarasan pendidikan dan pelatihan namun tidak sesuai dengan praktikyang nyata. Sehingga menimbulkan ketidak berhasilan, ketidak berhasilan itu dikarenakan pendidik dan pelatih datang dari negara maju yang memiliki persepsi yang kurang tepat mengenai kondisi-kondisi lokal.

3. Sebutkan dan jelaskan pola pengembangan komparatif akuntansi internasional?
Jawab :
Pola Pengembangan Komparatif di bagi menjadi empat yaitu sebagai berikut :
1. Pola Makroekonomis
Praktek akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makro ekonomi nasional. Suatu perusahaan merupakan bagian dari kepentingan public yang mempengaruhi dan mengarahkan kebijakan-kebijakan nasional.
Pola Makroekonomis terdiri dari:
a. Perusahaan bisnis merupakan unit yang esensial dalam struktur ekonomi suatu negara.
b. Perusahaan mencapai tujuannya dengan cara yang terbaik melalui koordinasi erat aktivitas-aktivitasnya dengan kebijakan-kebijakan ekonomi nasional dalam lingkungannya.
c. Kepentingan public dilayani dengan baik jika akuntansi perusahaan bisnis saling berhubungan erat dengan kebijakan nasional

2. Pola Mikroekonomis
Akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Tujuannya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup.
3. Disiplin Independen
Akuntansi berasal dari praktek bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dan pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan. Akuntansi dipandang sebagai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang dijalankan dan bukan dari cabang keilmuan seperti ekonomi.
4. Keseragaman Akuntansi
Akuntansi distandariasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan penyajian akan memudahkan perancang pemerintah, otoritas pajak, dan bahkan manajer untuk menggunakan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis. Terdapat 3 pendekatan akuntansi yaitu :
a. Pendekatan Bisnis
Keseragaman akuntansi ditunjukan secara khusus kepada pemakai-pemakai tertentu data akuntansi.yang sering dipakai cabang industri dan perdagangan.
b. Pendekatan Ekonomi
Pendekatan ini mengaitka akuntansi dengan kebijakan publik.
c. Pendekatan Teknis
Pendekatan ini bersifat analitis, dimana pendekatan dengan menseragamkan dari prinsip-prinsip dasar pembukuan double entry.

4. Perusahaan-perusahaan yang beroperasi secara internasional memakai berbagai metode untuk menekpresikan dalam satuan valuta domestik, aktiva, kewajiban, pendapatan, dan beban yang dinyatakan atau telah dikuantifisir dalam valuta asing. Metode-metode translasi ini dapat diklasifikasikan kedalam dua tipe, coba saudara sebutkan dan jelaskan mengenai metode tersebut beserta contohnya?
Jawab:
Metode- Metode translasi ini dapat dikalsifikasikan ke dalam dua tipe yaitu :


a. Single Rate Method
Metode ini mengaplikasikan kurs tunggal, yaitu kurs yang berlaku atau kurs penutupan, untuk semua aktiva dan aktiva dan kewajiban valuta asing. Pendapatan dan beban valuta asing umumnya ditranslasikaan pada kurs yang berlaku pada saat item-item ini diakui. Meskipun begitu, untuk tujuan kelayakan, item-item tertimbang dari kurs-kurs yang berlaku untuk periode yang bersangkutan. Laporan keuangan operasi luar negeri, yang dianggap oleh perusahaan induk sebagai entitas otonom, memiliki domisisli pelaporan mereka sediri. Dimana perusahaan afiliasi asing tersebut mentransaksikan urusan bisninya yaitu dengan cara yang paling baik adalah penggunaan kurs berlaku.
Metode translasi ini memperahankan hasil keuangan dan hubungan asli (misalnya rasio-rasio keuangan) dalam laporan konsolidasi dari entitas-entitas individual yang dikonsolidasi. Dalam metode kurs berlaku. hasil-hasil konsplidasi akan mencerminkan perspektif-perspektif valuta dari masing-masing negara tempat dimana perusahaan-perusahaan anak berada. Sebagai contoh jika sebuah aktiva diperoleh sebuah perusahaan anak di luar negeri seharga VA 1,000 ketika kursnya adalah VA 1 = $1. maka biaya historisnya dari perspektif dolar adalah $1.000; dari perspektif yaluta lokal juga $1,000. Jika kurs berubah menjadi VA 5 = $1. biaya historis aset tersebut dari perspektif dolar (translas. biaya historis) tetap $1,000. Jika valuta lokal tetap dipertahankan sebagai unit pengukuran, nilai aset akan diekspresikan sebesar $200 (translasi kurs berlaku).
Metode kurs beriaku juga dipersalahkan karena mengasumsikan bahwa semua aktiva-valuta lokal dipengaruhi oleh risiko nilai tukar (yaitu. mengasumsikan bahiva fluktuasi valuta domestik yang ekivalen, yang disebabkan oleh fluktuasi kurs translasi berjalan. Mentranslasikan semua saldo valuta asing dengan kurs berlaku menimbulkan keuntungan darI Kerugian translasi setiap saat kurs berubah. Memasukkan penyesuaian nilai tukar seperti itu dalam laba berjalan bisa mendistorsikan ukuran kinerja secara signifikan. Sebagian besar keuntungan dan kerugian ini mungkin tidak pernah terealisasi secara penuh, karena kurs seringkali berganti arah sebelum realisasi terjadi.
b. Multiple Rate Method
Metode-metode kurs berganda mengkombinasikan nilai tukar berjalan dan historis dalam proses translasi. 3 metode semacam itu akan dibahas berikut ini.

1. Metode berlaku-historis.
Aktiva lancar dan kewajiban lancar sebuah perusahaan anak di luar negeri ditranslasikan kedalam valuta pelaporan perusahaan induknya dengan menggunakan kurs berlaku. Aktiva dan kewajiban non-lancar ditranslasikan dengan kurs historis. Metodologi ini, sayangnya, memiliki sejumlah kelemahan. Misalnya, metode ini kurang memiliki justifikasi konseptual. Definisi-definisi yang ada mengenai aktiva dan kewajiban lancar dan non-lancar tidak menjelaskan mengapa cara klasifikasi seperti itu menentukan kurs mana yang akan digunakan dalam proses translasi. Lebih jauh, kurs yang berfluktuasi mungkin menghasilkan translasi yang mendistorsi hasil-hasil operas! antara periode-periode akuntansi. Persediaan adalah salah satu contohnya.
Dalam kondisi nilai tukar yang memburuk, anggaplah sejumlah persediaan dikapalkan perusahaan induk di AS ke salah satu perusahaan anaknya selama kuartal ketiga tahun 1 pada saat kurs VA 1 = $1. Asumsikan juga persediaan ini tak terjual sampai akhir tahun, yaitu tanggal laporan keuangan. Persediaan ini memiliki biaya dalam dolar sebesar $100,000. Jadi, perusahaan anak tersebut akan mencatat transaksi ini dalam bukunya pada VA 100,000. perusahaan anak tersebut beroperasi dengan 50% markup atas biaya, sehingga harga penjualan persediaan tersebut adalah VA 150,000.
Jika persediaan tersebut kemudian dijual seharga VA 150,000 selama kuartal pertama tahun 2, dan kurs rata-rata selama kuartal ini adalah VA 1 = $.95, transaksi tersebutmenghasilkan $142,500. Marjin kotor dari penjualan tersebut akan dilaporkan sebesar $52,000 pada tahun 2, sedangkan, seharusnya dilaporkan $42,500—perbedaan aktual antara biaya dan harga penjualan dalam dolar AS. Dalam contoh ini,
1. Sebenarnya tidak terjadi "kerugian" valuta asing dalam tahun 1. Penurunan kurs hanya mengurangi marjin laba kotor yang awalnya diharapkan.
2. Hasil-hasil operasi yang dilaporkan untuk tahun pertama maupun tahun ke-2 terdistorsi karena metode translasi valuta asing yang tidak realistis.
Pemakaian kurs akhir-tahun untuk mentranslasikan aktiva lancar menyiratkan bahwa kas, piutang, dan persediaan valuta asing sama-sama dipengaruhi oleh risiko nilai tukar. Namun dalam situasi dimana peningkatan harga lokal dimungkinkan setelah devaiuasi, nilai persediaan terlindungi dari erosi valuta. Dengan demikian, penghapusan persediaan sebesar $10,000 dalam kasus tersebut tidak akan dibenarkan. Di sisi lain, translasi hutang jangka panjang memakai kurs historis melindungi periode-periode intern dari dampak fluktuasi valuta sedangkan tahun penyelesaiannya terbebani sejumlah keuntungan atau kerugian translasi. Banyak pengamat melihat hal ini bertentangan dengan realitas.
2. Metode moneter-nonmoneter.
Seperti halnya metode berlaku-historis, metode moneter-nonmoneter memakai pola klasifikasi neraca untuk menentukan kurs.tianslasi yang tepat.
kewajiban moneter—mewakili hak untuk menerima atau keharusan untuk membayar sejumlah valuta asing tertentu di masa depan (kas, piutang, dan hutang, termasuk hutang jangka panjang)—ditranslasikan memakai kurs berlaku. Item-item nonmoneter—aktiva tetap, investasi jangka panjang, dan persediaan—ditranslasikan memakai kurs historis. Item-item laporan laba-rugi ditranslasikan dengan menggunakan prosedur yang sama dengan prosedur yang telah dijelaskan bagi kerangka metode berlaku-historis.
Karena item-item moneter diselesaikan dalam kas, pemakaian kurs berlaku untuk mentranslasikan item-item valuta asing menghasilkan valuta domestik ekivalen yang mencerminkan nilai realisasi atau nilai penyelesaiannya.
Contoh :
Sebuah perusahaan afiliasi AS di luar negeri memiliki saldo kas valuta asing sebesar VA 1,000 yang tak berubah selama tahun yang dimaksud. Kurs selama tahun tersebut adalah sebagai berikut:
1 Januari VA 1 = $1.00
1 Desember VA 1 = $0.67
Penggunaan kurs historis (VA 1 = $1) untuk mentransiasikan saldo kas VA 1,000 pada akhir tahun akan menghasilkan dolar ekivalen $1.000. Namun. konversi saldo kas ini kedalam dolar pada akhir tahun sebenarnya (dengan mengabaikan biaya transaksi) hanya akan menghasilkan S667. bukan $1,000. Jadi dari titik pandang perusahaan induk, pemakaian kurs historis untuk mentransiasikan item-item moneter menghasilkan informasi yang kurang berguna. Karena aset-aset non-moneter dinilai pada biaya historis, translasi item-item ini dengan menggunakan kurs historis mempertahankan nilai neraca awal. Sedangkan jika yang dipakai kurs berlaku, tidak akan mempertahankan nilai neraca awal. translasi ini mengkaitkan risiko nilai tukar dengan komposisi aktiva lancar perusahaan. Metode ini juga merefleksikan perubahan-perubahan dalam valuta domestik ekivalen dari hutang jangka panjang dalam periode terjadi hutang tersebut. menghasilkan indikator efek nilai tukar yang dianggap lebih tepat waktu.
Metode moneter-nonmoneter, seperti halnya pendahulunya. bergantung pada pola klasifikasi untuk menentukan kurs translasi yang tepat. Karena translasi berkenaan dengan pengukuran dan bukan dengan klasifikasi, karakteristik-karakteristik aktiva dan kewajiban yang menentukan laporan keuangan tidak relevan dalam pemilihan kurs translasi yang tepat.
3. Metode Temporal.
Menurut pendekatan temporal, translasi valuta merupakan suatu proses konversi pengukuran (yaitu, penyajian ulang nilai tertentu). Karena itu, metode ini tidak dapat digunakan untuk mengubah atribut suatu item yang sedang diukur; metode ini hanya dapat mengubah unit pengukuran. Translasi saldo valuta asing, misalnya, hanya mengubah (restate) denominasi persediaan, tidak penilaian aktualnya. Dalam GAAP AS, aktiva kas diukur berdasarkan jumlah yang dimiliki pada tanggal neraca. Piutang dan hutang dinyatakan dalam jumlah yang diharapkan akan diterima ata'ii dibayar pada saat jatuh tempo. Kewajiban dan aktiva lain diukur pada harga yang berlaku ketika item-item tersebut diperoleh atau terjadi (harga historis). Meskipun begitu, beberapa diantaranya diukur berdasarkan harga yang berlaku pada tanggal laporan keuangan (harga berjalan), seperti persediaan dibawah aturan biaya atau pasar. Pendek kata, ada dimensi waktu yang berkaitan dengan nilai-nilai uangini.
item-item moneter seperti kas, piutang, dan hutang ditranslasikan dengan kurs berlaku. Item-item non moneter ditranslasikan dengan kurs yang sesuai dengan basis pengukuran aslinya. Secara khusus, aset yang tercatat dalam laporan keuangan valuta asing berbasis biaya historis ditranslasikan memakai kurs historis. Mengapa? Karena biaya historis dalam valuta asing yang ditranslasikan memakai kurs historis menghasilkan biaya historis dalam valuta domestik. Sama halnya, item-item non moneter yang tercatat di luar negeri berbasis nilai berjalan ditranslasikan memakai kurs berlaku karena nilai berjalan dalam valuta asing yang ditranslasikan memakai kurs berlaku menghasilkan nilai berjalan dalam valuta domestik. Item-item pendapatan dan beban ditranslasikan memakai kurs yang berlaku pada saat transaksi yang mendasarinya terjadi, walaupun pemakaian kurs rata-rata disarankan jika transaksi-transaksi pendapatan atau beban terlalu banyak.
Dalam praktik, variasi-variasi dari metode-metode translasi yang telah dibahas tadi banyak diperkenalkan untuk mengakomodasi situasi operasi dan filosofi manajemen tertentu. Sebagai contoh. beberapa perusahan internasional yang taat pada metode kurs berlaku tetapi mentranslasikan aktiva tetapnya memakai kurs historis. Perusahaan-perusahaan lain yang lazim memakai metode berlaku-historis tetapi mentranslasikan persediaan memakai kurs yang berlaku pada tanggal perolehan. Perusahaan-perusahaan yang menyukai metode moneter-nonmoneter ternyata mentranslasikan hutang jangka panjang memakai kurs historis bukannya kurs berlaku sementara perusahaan-perusahaan yang menggunakan metode temporal seringkali mentranslasikan persediaan memakai kurs berlaku.

TUGAS II
STANDAR AKUNTASI INTERNASIONAL
IAS 1 Pengungkapan kebijaka-kebijakan Akuntansi
IAS 2 Penilaian dan Penyajian Persediaan dalam Konteks Sistem Biaya
IAS 4 Akuntansi Depresiasi
IAS 5 Informasi yang harus diungkapkan dalam laporan keuangan
IAS 7 Laporan Perubahan Posisi Keuangan
IAS 8 Item-item tidak biasa dan item-item periode sebelumnya dan perubahan dalam kebijakan akuntansi.
IAS 9 Akuntansi bagi Kegiatan Penelitian dan Pengembangan
IAS 10 Kontinjensi-Kontinjensi dan Kejadian-Kejadian Setelah Tanggal Neraca
IAS 11 Akuntansi bagi Kontrak Konstruksi
IAS 12 Akuntansi bagi Pajak Penghasilan
IAS 13 Penyajian Aktiva Lancar dan Kewajiban Lancar
IAS 14 Pelaporan Informasi Keuangan per Segmen
IAS 15 Infor masi yang Mencerminkan Efek-Efek Perubahan Harga
IAS 16 Akuntansi bagi Properti. Pabrik dan Peralatan
IAS 17 Akuntansi bagi Sewa Guna Usaha
IAS 18 Pengakuan Pendapatan
IAS 19 Akuntansi bagi Tunjangan Pensiun dalam Laporan Keuangan Perusahaan
IAS 20 Akuntansi bagi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan atas Bantuan-Bantuan Pemerintah
IAS 21 Akuntansi bagi Efek-Efek dari Perubahan dalam Kurs Valuta Asing
IAS 22 Akuntansi bagi Penggabungan Bisnis
IAS 23 Kapitalisasi Biaya-Biaya Peminjaman
IAS 24 Related Party Disclosures
IAS 25 Akuntansi bagi Investasi
IAS 26 Akuntansi dan Pelaporan oleh Rancangan Tunjangan Pensiun
IAS 27 Laporan Keuangan Konsolidasi dan Akuntansi bagi Investasi dalam
Perusahaan Anak
IAS 28 Akuntansi bagi Investasi dalam Perusahaan Asosiasi
IAS 29 Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi
IAS 30 Pengungkapan dalam Laporan Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan yang Serupa IAS 31 Pelaporan Keuangan Kepemilikan dalam Usaha Patungan

10 RAHASIA!! CARA MUDAH MENYELESAIKAN

TA-THESIS-SKRIPSI TA-Skripsi-Tesis atau apa aja namanya memang dianggap menjadi suatu yang menakutkan bagi mahasiswa, karena merupakan prasyarat akhir sebelum wisuda, sebenarnya kalau dicermati hal tersebut adalah mudah saja, hanya kita sudah menganggapnya sesuatu hal yang sulit untuk diselesaikan. Nah berikut akan dijelaskan langkah-langkah mudah bagaimana menyelesaikan TA-Skripsi-Tesis yang sebenarnya jika kita mau sedikit santai akan terasa mudah bahkan akan dapat mengembangkan wawasan anda apa arti penelitian lebih luas jika anda menikmatinya... langkah-langkah dan segala sesuatu hal yang diperlukan akan saya jelaskan sebagai berikut:

1. Jangan Terlalu Idealis dan Perfeksionis
Banyak mahasiswa yang ingin penelitiannya lain daripada yang lain dengan memaksakan idenya atau ingin skripsinya sempurna, hehehe mungkin ingin dianggap hebat dan lebih baik dari pada yang lainnya wajar kok.
Tapi biasanya mereka yang demikian ini cenderung kesulitan pada akhirnya dan menjadikan penelitiannya malah gak selesai. Jadi intinya biasa aja ambil aja topik atau kajian yang umum dan ringan-ringan aja, intinya anda memahami apa yang akan anda teliti, percuma kan anda meneliti tetapi anda tidak tau arah penelitian anda nantinya. Karena pada intinya yang namanya Ta-Skripsi-Thesis itu cuman pembelajaran untuk mempelajari fenomena yang terjadi ketika anda telah terjun ke lapangan, menjumpai temuan atau permasalahan dan menemukan cara menyelesaikannya. Kalau toh tetep ngeyel pengen menuangkan ide yang pikiran anda sendiri nantinya juga ga masalah kan, karena pada tahap awal anda sudah belajar melakukan penelitian yang mudah, sehingga tau bagaimana membuat suatu penelitian yang lebih baik. Hehe intinya setelah belajar yang mudah nanti yang sulitpun anda akan tetap bisa.

2. Mengambil Kajian Yang Sederhana
Ambil judul yang umum, jangan takut judul pasaran, yang penting anda menguasai latar belakang dan permasalahan dosen pasti akan berpikir dua kali untuk gak acc judul anda. Contoh ringan ambil aja judul yang ada di http://www.skripsi-gratis.co.cc/ ikuti ketentuannya agar mendapatkan proposal gratisnya. Ambil judul sembarang sesuai dengan kajian anda, kemudian pelajari proposal atau bab 1- 3 yang dikirimkan mulai pendahuluan, landasan teori dan metpennya. Cara mempelajari yang baik adalah dengan rileks dan santai umpamakan aja anda sedang membaca buku, novel atau komik kesukaan anda. Jadi ketika anda membaca buku, novel atau komik kesukaan anda ketika ditanya jalan cerita anda bisa menjelaskannya dengan mudah karena anda rilek dan menyukai, nah kenapa membaca skripsi tidak seperti itu hehehehe kan ntar kalau ditanya tentang skripsi yang anda tulis anda pasti bisa menjelaskannya, nggak perlu belajar lagi kan. Klo anda ambil topik yang sulit meski anda tertarik kadang masih kesulitan memahami dan sulit juga dalam mencari teori, belum lagi lagi pasti banyak revisi yang bikin pusing dijamin dech ga bakal cepet kelar tuch penelitian.

3. Menjalin Komunikasi Dengan Pembimbing (Dosen)
Sebenarnya klo mau jujur ga ada dosen pembimbing yang mempersulit mahasiswa bimbingannya, yang ada hanya mahasiswa yang merasa dipersulit, kenapa? Penyebab utamanya biasanya adalah kita kurang menguasai bahan atau topik penelitian kita, sehingga ketika ditanya mahasiswa dianggap kurang bisa menjelaskan, tentunya dosen menganggap hal ini akan mempersulit mahasiswa nantinya dalam mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya, nah akhirnya dosen memberikan saran atau revisi agar lebih mudah..hehehe. Tapi uniknya karena kebanyakan mahasiswa hanya ya...pak, ya...bu akhirnya mereka merasa kesulitan sendiri, karena kebanyakan juga mereka ngga ngerti apa yang dimaksudkan dosen pembimbing, nah disini mahasiswa merasa dipersulit. (Lagian klo di logika mana ada dosen yang suka mahasiswanya bimbingan ga selesai2 mending kan cepet selesai trus ngerjain yang lain ya ...kan).

4. Jangan Pernah Takut Rumus Atau Angka
Kalau yang ini khusus buat mahasiswa ekonomi dan fisip aja kali, hehehe soalnya jarang jg penelitian hukum pake rumus. Artinya ketika akan menentukan judul sebenarnya lebih mudah yang pake metode kuantitatif daripada kualitatif, soalnya dengan kuantitatif peneliti atau mahasiswa sudah punya hasil analisis dalam bentuk angka yang sudah dihasilkan dari hasil penelitiannya nah tinggal menjelaskan aja kan, klo kualitatif wah kita harus pandai2 mengarang, soalnya pertanyaan bisa lebih bermacam-macam.
Contohnya begini: Dari judul skripsi kuantitatif seperti “Analisis Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Penjualan” dari judul itu paling kita hanya menjelaskan seberapa besar aja pengaruh bauran promosi terhadap penjualan. Dan hasil seberapa besar itu dah ada di hasil analisis kita, kita juga hanya menjelaskan ada pengaruh apa tidak yang hasil dan kriteria ada atau tidaknya sudah ada di skripsi kita.
Klo judulnya kualitatif seperti “Pelaksanaan promosi terhadap penjualan ptX” wah permasalahannya bisa ribet kita harus paham benar pelaksanaan promosi yang baik, kurangnya dimana, kita harus ngapain hehe dan berbagai macam pertanyaan yang lainnya.
Masalah rumus santai aja, kenapa kita ngga pernah takut ketika kita tau kalau rumus luas adalah panjang x lebar, atau rumus segitiga setengah alas x tinggi, nah kenapa kita sekarang takut klo rumus mencari pengaruh adalah dengan menggunakan regresi y = a + bx (rumus regresi sederhana), rumus cari hubungan adalah korelasi, atau berbagai macam rumus lainnya, Nah sebenarnya kan sudah bisa dijelaskan klo rumus ya rumus ga mungkin kita disuruh menjelaskan kenapa rumus luas itu panjang x lebar ia kan.
Gampangnya rumus itu kaya alat ngolah data aja supaya tau hasilnya, dapat kita terjemahkan umpamanya ada ikan dan kita ingin ikan masak, maka untuk menggoreng ya pake penggorengan, untuk merebus ya pake panci, untuk membakar ikan tersebut ya harus pake panggangan, tidak mungkin kita merebus dengan minyak goreng dan penggorengan, tidak mungkin kita ingin ikan bakar tapi kita masukkan ikan tersebut kedalam air mendidih, sama seperti alat masak tadi, rumus juga alat kenapa takut...

5. Pahami Tahap Penyusunan Penelitian
Biar penelitian cepat selesai sebenarnya kita hanya perlu belajar tentang tahapan penyusunan aja mulai pendahuluan sampai kesimpulan, memang lain lain kampus lain pula cara atau format penulisannya tapi pada intinya sama. Adapun tahapan yang umum dari penulisan ta-skripsi-thesis adalah sebagai berikut:
Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang kenapa kita mengambil judul, secara umum menggambarkan secara singkat tentang topik yang akan kita bahas. Selanjutnya adalah permasalahan/masalah penelitian dimana dari latar belakang tadi kita mengemukakan permasalahan yang ada untuk diselesaikan, kemudian ada tujuan penelitian dimana dalam sub bab ini kita mengemukakan tujuan yang pada intinya tujuan merupakan gambaran dari permasalahan yang harus kita selesaikan jadi masalah dan tujuan harus sinkron atau mudahnya tujuan pada intinya ya harus menyelesaikan masalah. Selanjutnya adalah manfaat atau kegunaan penelitian dimana dalam sub bab ini biasanya menjelaskan manfaat dari penelitian yang kita lakukan. Biasanya manfaat ini terbagi atas manfaat praktis dan teoritis, tetapi ada juga yang menggunakan model menunjukkan kegunaan manfaat bagi penulis, perusahaan, dan peneliti lain. Tetapi pada intinya sub bab manfaat penelitian ini harus mampu menunjukkan apa manfaat penelitian yang dilakukan ini ke depan. Dan biasanya ada yang ditambahkan dengan sistematika penulisan, yang berisi bentuk kerangka penulisan kita mulai dari pendahuluan hingga penutup.
TEORI DAN HIPOTESIS
Selanjutnya setelah menjelaskan pendahuluan, maka suatu penelitian yang baik harus didasari oleh teori-teori yang baik pula, mudahnya kita tidak bisa dengan mudah mengambil suatu judul misal “pengaruh bauran promosi terhadap penjualan pt.x” tanpa kita menjelaskan apa arti bauran promosi, apa arti penjualan dll. Nah disinilah pentingnya bab landasan teori, kerangka teori, tinjauan pustaka atau apapun namanya diperlukan dalam suatu skripsi atau thesis. Hal tersebut dikarenakan dalam bab ini akan menjelaskan definisi dari sesuatu (variabel-variabel) yang akan kita teliti sesuai dengan pendapat para ahli yang telah ahli di bidangnya dalam bentuk literatur atau buku penunjang. Setelah menjelaskan masing-masing akhirnya kita dapat menentukan hipotesis/dugaan (untuk penelitian menggunakan hipotesis) atau bahasa mudahnya setelah kita membaca dan menyajikan teori dari para ahli kemudian kita menduga, nah adanya dugaan ini kita sesuaikan dengan permasalahan dan tujuan dari penulisan. Misalnya kalau tujuannya berisi “untuk menganalisis pengaruh secara bersama-sama” tentu saja hipotesis atau dugaannya adalah “diduga ada pengaruh secara bersama sama” demikian seterusnya.
METODE PENELITIAN
Dalam bab ini berisi urutan atau tata cara dalam membuktikan dugaan/hipotesis yang ada. Biasanya berisi variabel yang kita teliti, lokasi, populasi sampel, sumber data, teknik pengumpulan data dan setelah data kita peroleh, tentu saja yang terakhir adalah cara kita mengolah data tersebut sesuai permasalahan, tujuan dan hipotesis yang ada, dimana dikenal dengan Teknik Analisis Data. Dalam Teknik analisis data kita sesuaikan apakah pakai kuanti atau kuali, kalau kuanti pake rumus apa, dan juga apa kriterianya. (Makanya rumus cuman alat untuk mencari hasil saja)
HASIL DAN PEMBAHASAN, KESIMPULAN
Bab ini berisi temuan dilapangan dan dengan menggunakan metode penelitian dan teknik analisis yang telah dijelaskan akan disajikan hasil penelitian dan selanjutnya dibahas apa hasilnya sesuai dengan permasalahan, tujuan dan hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnya, nah selanjutnya tinggal dibuat kesimpulanya dimana kesimpulan ini juga harus sesuai dengan permasalahan, tujuan dan hipotesis yang telah dikemukakan. NAH MUDAH BUKAN!!

6. DAFTAR PUSTAKA (JANGAN TAKUT MEMODIFIKASI ISI SKRIPSI)
Seperti ketika kita kesulitan untuk mencari bahan literatur yang baru, santai aja ganti aja literatur tahun lama dengan tahun yang baru, lagian pasti kalau judul pengarangnya sama pasti isinya juga sama cuman beda halaman aja, yang penting biar ga ketahuan ganti juga daftar pustakanya. Dari pengalaman saya sejak tahun 1998-2008 dalam membuat skripsi jarang juga dosen yang cek sampai detail paling 5 dosen dari 100 mahasiswa. (dalam 1 semester 40-50 orang mahasiswa yang saya bantu). Kalau masalah kesulitan data modifikasi aja tahunnya jadi yang terbaru (untuk data-data tertentu aja yang ga bisa dimodifikasi misalnya yang berkaitan dengan saham atau pemerintahan tapi kalau u yakin jg ga masalah yang penting bisa menjelaskan)

7. JANGAN MELIHAT HASIL TEMAN
Jangan pernah membandingkan hasil penelitian anda dengan hasil teman anda, yang ada anda hanya akan bingung karena belum tentu metode teman sama dengan punya anda, yang penting anda belajar dan yakin aja punya anda yang terbaik.

8. PERHATIKAN WAKTU BIMBINGAN
Sekiler apapun pembimbing menurut anda tapi kalau anda memilih waktu yang tepat pasti anda akan dibimbing dengan benar, artinya kita juga harus memperhatikan saat akan bimbingan dosen lagi sibuk apa nyantai, nah misalnya dengan menanyakan apakah dosen pembimbing ada waktu, soalnya kalau mereka pas lagi sibuk2nya ya jangan salah kan kalau dibaca sekilas ya mending kalau di acc tapi kalau dicoret2 dan kita ngga sempat diskusi payah kan. .

9. JANGAN TAKUT DEADLINE
Ini biasanya penyakit mahasiswa yang takut ketika teman selesai dan adanya deadline dari kampus, ini malah bikin konsentrasi anda buyar dan skripsi malah bisa ga selesai atau bisa selesai tapi biasanya ga maksimal, klo ada dealine dari kampus pastikan sendiri kebenarannya dan anda tetap tenang aja, soalnya belajar dari pengalaman jarang kampus yang kegiatannya sesuai kalender akademik Doain aja molor.

10. JANGAN PERNAH MEMPREDIKSI PERTANYAAN WAKTU UJIAN
Sudah bukan rahasia umum lagi saat akan mendekati ujian anda pasti berpikir besok ditanya apa ya? Apa lagi tanya teman yang sudah ujian dulu wah jangan itu bikin pikiran, mending mulai sekarang saya ajari memprediksi secara tepat bahwa yang akan ditanya waktu ujian ya bab pendahuluan sampai kesimpulan ya kan.... Nah makanya konsentrasi aja belajar biar ilang rasa takut besok ditanya apa.
sumber..
http://www.skripsi-gratis.co.cc/

Rabu, 24 Juni 2009

Langkah-langkah dalam mengoneksikan 2 buah computer

Dosen pengampu : BOBBY KURNIAWAN, S.T.
1. Siapkan perangkat penghubung koneksi seperti : kabel UTP, Hub atau switch, Router, Konektor RJ45 .
2. Siapkan kabel UTP dengan ukuran tertentu sesuai kebutuhan. Buka pelindung di kedua ujung kabel sehingga tampak 4 pasangan kabel (8 kabel) yang dipilih. Perhatikan, ujung setiap pasangan kabel tidak perlu dikupas, cukup potong agar 8 ujung kabel rata. Ujung yang tidak rata dapat mengakibatkan salah satu kabel tidak terkoneksi saat dihubungkan ke konektor RJ-45.
3. memberikan alamat TCP/IP di setiap Ethernet Card PC yang akan di hubungkan.
4. Jika menghubungkan 2 komputer langsung tanpa menggunakan hub atau switch dapat dengan mudah dilakukan dengan menyiapkan kabel UTP yang di pasang Connector RJ45 dengan susunan kabel cross, yang merupakan lawan dari kabel straight-through dengan urutan sebagai berikut:

STRAIGHT
--------------------
Kabel 1 Oranye - garis putih
Kabel 2 Oranye
Kabel 3 Hijau - garis putih
Kabel 4 Biru
Kabel 5 Biru - garis putih
Kabel 6 Hijau
Kabel 7 Coklat - garis putih
Kabel 8 Coklat
--------------------
CROSS
--------------------
Kabel 1 Hijau - garis putih
Kabel 2 Hijau
Kabel 3 Oranye - garis putih
Kabel 4 Biru
Kabel 5 Biru - garis putih
Kabel 6 Oranye
Kabel 7 Coklat - garis putih
Kabel 8 Coklat
--------------------

kemudian luruskan lilitan di ujung setiap pasangan kabel, lalu burutkan warna pasangan kabel tersebut.Kabel cross berbeda dengan kabel straight-through karena salah satu ujung yang memancarkandan menerima ditukar. Komputer yang terhubung ke hub biasanya menggunakan kabelstraight-through.

5. Jadi ujung pertama urutan standart (straight) dan pada ujung lainnya kabel pada urutan 1 ditukar 3, dan pada urutan 2 di tukar 6.

Kabel 1 Menjadi 3
Kabel 2 Menjadi 6
Kabel 3 Menjadi 1
Kabel 4 Biru
Kabel 5 Biru - garis putih
Kabel 6 Menjadi 3
Kabel 7 Coklat - garis putih
Kabel 8 Coklat



6. Pastikan setiap ujung kabel menyentuh ujung konektor dan kabel masih dalam urutan warna yang benar, Ulangi langkah 3 jika belum yakin. Jika sudah benar, tempatkan konektor kea lat krimper, lalu tekanlah krimper juga sekaligus mengupas kulit kedelapan kabel saat dilakukan penekanan.

7. Bila susunan kabel yang di perlukan sudah siap maka tinggal memasukan ke connector RJ45lalu di tekan dengan Crimp Tool.

8. Setelah pemasangan RJ-45 dikedua ujung kabel selesai, gunakan kabel tester unnntuk memeriksa apakah kabel sudah terhubung dengan benar. Jika tidak ada masalah koneksi, maka kabel jaringan siap diiigunakan.


MEMBERIKAN ALAMAT TCP/IP


1. Sebelum memberikan alamat TCP/IP tentu terlebih dahulu harus di pastikan Ethernet Card atau banyak juga menyebut LAN Card harus sudah terpasang dan ter-install Driver-nya di tiap PC yang akan di hubungkan. Mainboard generasi sekarang kebanyakan sudah ada Onboard Ethernet Card nya, bila belum ada bisa di beli dan di pasang serta di install Driver-nya.

2. Untuk memberi TCP/IP sekarang kita ambil contoh pada konfigurasi menggunakan Win xp,untuk OS lain nya kurang lebih juga sama, yang penting kan logika-nya...!Klik -> start --> Setting --> Network Connections --> klik-kanan Local are Connections-->Properties --> pada jendela Local are Connections Properties : pilih --> Internet Protocol(TCP/IP) -->klik Tab Properties --> lalu pilih : Use the following IP address -->lalu isikan IP address kelas C, seperrti gambar di bawah ini:





















Seperti gambar di atas IP address PC utama/Server adalah:
IP address:
192.168.0.1 (IP default dari OS Windows)
Subnet mask
255.255.255.
0default gateway:--di kosongkan aja untuk tahap ini--
IP address PC lain/client nya adalah:
IP address:
192.168.0.1 (IP default dari OS Windows)
Subnet mask
255.255.255.
0default gateway
192.168.0.1 ( Boleh juga di tidak di isi ,IP dari PC utama yang nantinya berguna untuk sharing internet).
3. Sampai tahap ini bila kabel UTP dengan susunan Cross tadi sudah terpasang RJ45 sekarang tinggal mengetes koneksi, yaitu memasukan ujung-ujung Connector RJ45 ke masing-masing Ethernet Card di PC, lalu bisa di tes dengan cara menge-Ping nya dari menu Run-->klik-->Start--> Run--> ketik -->ping 192.168.0.1 (IP PC utama, yang di ping dari PC lainnya, atau kebalikannya), bila "Reply" maka koneksi "Sukses".....atau bisa juga di tes langsung melalui Sharing Files, Drive atau Folder...cara untuk sharing ini tentu mudah tinggal -->klik-kanan pada Drive atau folder yang akan di sharing-->Sharing and Security-->lalu pilih Options Sharing.
























































































































PERBANDINGAN ANTARA SISTEM OPERASI WINDOW XP, LINUX, VISTA DAN WINDOW 7

HARDWARE KOMPUTER
Dosen pengampu : BOBBY KURNIAWAN, S.T.

WINDOWS
KELEBIHAN
1. Windows berkembang dari dunia komputer mikro yang serba personal. Windows dirancang sebagai sistem operasi untuk komputer personal.
2. Paket sistem Windows hanya memuat program aplikasi minimal: game soliter, window/internet explorer, utilitas sistem operasi dan aplikasi sederhana untuk membuat file dokumen dan gambar seperti notepad, mspaint dan write
3. Sistem operasi personal workstation, Windows akan sering dimatikan apabila ditinggalkan pemiliknya untuk menghemat listrik karena tidak akan ada orang lain yang akan menggunakan komputer itu.
4. Lebih stabil dan tahan terhadap error
5. manajemen hardware yang jauh lebih baik daripada sistem windows 9xmanajemen file system yang sangat baik dan lebih aman (menggunakan NTFS)

KELEMAHAN
1. mengikuti pendahulunya, Windows XP masih sangat rentan untuk diserang hacker dan trojan.
2. membutuhkan RAM minimal 512 MB agar komputer lebih nyaman digunakan
3. Selalu terbundel dengan Internet Explorer, Media Player dan software yang tidak jelas (kurang penjelasan maksud dan tujuannya untuk pengguna awam tetapi selalu ada dalam installasi windows XP)

LINUX
KELEBIHAN
1. Keamanan yang lebih unggul daripada Windows.
Dapat dikatakan, hampir semua pengguna Windows pasti pernah terkena virus, spyware, trojan, adware, dsb. Hal ini, hampir tidak terjadi pada Linux. Di mana, Linux sejak awal didesain multi-user, yang mana bila virus menjangkiti user tertentu, akan sangat sangat sangat sulit menjangkiti dan menyebar ke user yang lain. Pada Windows, hal ini tidaklah terjadi. Sehingga bila dilihat dari sisi maintenance / perawatan data maupun perangkat keras-pun akan lebih efisien. Artikel yang menunjang argumen ini:
- Linux dan Virus
- Melindungi Windows dari serangan virus dengan menggunakan Linux.
2. Linux merupakan sistem operasi bebas dan terbuka.
Sehingga dapat dikatakan, tidak terdapat biaya lisensi untuk membeli atau menggunakan Linux.
3. Linux relatif stabil.
Komputer yang dijalankan di atas sistem operasi UNIX sangat dikenal stabil berjalan tanpa henti. Linux, yang merupakan varian dari UNIX, juga mewarisi kestabilan ini. Jarang ditemui, komputer yang tiba-tiba hang dan harus menekan tombol Ctrl-Alt-Del atau Restart untuk mengakhiri kejadian tersebut. Sehingga, tidaklah mengherankan bila Linux mempunyai pangsa pasar server dunia yang cukup besar. Dari hasil riset IDC, pangsa pasar server dunia yang menggunakan Linux pada tahun 2008 akan mencapai 25,7 % .
4. Linux mudah digunakan.
Dulu, Linux dikatakan merupakan sistem operasi yang sulit dan hanya dikhususkan untuk para hacker. Namun, kini, pandangan ini salah besar. Linux mudah digunakan dan dapat dikatakan hampir semudah menggunakan Windows.
5. Hampir semua aplikasi yang terdapat di Windows, telah terdapat alternatifnya di Linux.
Kita dapat mengakses situs web Open Source as Alternative untuk memperoleh informasi yang cukup berguna dan cukup lengkap tentang alternatif aplikasi Windows di Linux.
6. Linux mempunyai kompatibilitas ke belakang yang lebih baik (better backward-compatibilty).
Perangkat keras (hardware) yang telah berusia lama, masih sangat berguna dan dapat dijalankan dengan baik di atas Linux. Komputer-komputer yang lama ini tidak perlu dibuang dan masih dapat digunakan untuk keperluan tertentu dengan menggunakan Linux (sebagai penunjang informasi dapat membaca artikel “Don’t Throw That Old PC Away–Give It New Life with Linux“). Selain itu, tidak pernah ditemui dokumen-dokumen yang lebih baru tidak dapat dibaca pada Linux versi yang lebih lama. Pada Windows, kita seakan dituntut untuk terus mengikuti perkembangan perangkat keras. Sebagai contoh, beberapa bulan lalu, telah dirilis Windows Vista. Beberapa dokumen yang dibuat dalam Windows Vista tidak dapat dibuka dalam Windows XP. Sehingga, mau tidak mau, kita harus beralih ke Windows Vista, dan itu berarti meng-upgrade atau membeli perangkat keras (hardware) baru yang lebih bagus (perangkat keras minimum Windows Vista dapat dilihat Microsoft.com). Atau, bisa jadi ada aplikasi-aplikasi yang dibuat beberapa tahun yang lalu tidak dapat dibuka lagi di Windows Vista, karena sudah tidak didukung lagi oleh Microsoft.

KEKURANGAN
1. Dukungan perangkat keras dari vendor-vendor tertentu yang tidak terlalu baik pada Linux. Untuk mencari daftar perangkat keras yang didukung pada Linux, kita dapat melihatnya di Linux-Drivers.org atau LinuxHardware.org.
2. Banyak pengguna yang belum terbiasa dengan Linux dan masih ‘Windows minded’.
Hal ini dapat diatasi dengan pelatihan-pelatihan atau edukasi kepada pengguna agar mulai terbiasa dengan Linux.
3. Proses instalasi software / aplikasi yang tidak semudah di Windows.
Instalasi software di Linux, akan menjadi lebih mudah bila terkoneksi ke internet atau bila mempunyai CD / DVD repository-nya. Bila tidak, maka kita harus men-download satu per satu package yang dibutuhkan beserta dependencies-nya.
4. Bagi administrator sistem yang belum terbiasa dengan Unix-like (seperti Linux), maka mau tidak mau harus mempelajari hal ini.
Sehingga syarat untuk menjadi administrator adalah manusia yang suka belajar hal-hal baru dan terus-menerus belajar.

WINDOWS VISTA
KELEBIHAN
1. Pada Windows Vista banyak merombak berbagai tampilan deskto, fasilitas, dan tombol start yang semakin interaktif dan hidup.
2. Selain itu tentu saja Microsoft telah menambah dan mengubah dengan berbagai fitur mulai dari ikon sampai dengan tampilan disetiap jendela.
3. Microsoft Windows Vista merupakan suatu revoluasi sistem operasi modern yang siap mengguncang sistem operasi dunia dimasa yang akan datang.
4. Sistem operasi ini memiliki beberapa fitur spesifik terkait design grafis dan animasi, pengaturan dokumen bisnis dan kemudahan berinteraksi dengan para pelaku bisnis lainnya. Interface baru yang disebut dengan Windows Aero akan memberikan pengalaman desktop berkinerja tinggi. Dalam hal ini Microsoft menghadirkan tampilan profesional, desain transparan dengan efek-efek halus seperti refleksi dinamis, animasi yang halus dengan fitur-fitur navigasi 3D desktop Windows Flip and Flip.
5. Untuk mendukung kinerjanya, system ini memiliki beberapa fitur khusus seperti Windows Bitlocker Drive Encryption. Fitur ini berfungsi untuk melindungi data dan properti intelektual dari pihak lain apabila komputer tersebut hilang.
6. Implementasi Virtual PC Express yang dimasukkan dalam peranti ini memungkinkan aplikasi turunan untuk dapat berjalan pada sistem operasi Windows turunan tanpa mengalami perubahan dalam lingkungan virtual Windows Vista. Sementara subsistem untuk aplikasi berbasis Unix membuat pengguna untuk menjalankan aplikasi Unix tanpa harus melakukan perubahan apapun pada PC berbasis Windows Vista.

KEKURANGAN
1. Selama beroperasi, Vista sedikit lebih lambat dari XP.
Hal ini disebabkan oleh Aero, tampilan baru Vista dengan banyak pernak-pernik grafis. Sebagian besar kalkulasi Aero dilakukan oleh graphics card dan aplikasi yang ada harus kompatibel de­ngan DirectX 9. Jika tidak, Aero justru menghambat sistem. Masalah ini menambah semangat para penolak Vista karena XP justru berfungsi tanpa gangguan walaupun pada PC lama berkinerja rendah sekalipun.
2. USER ACCOUNT: “Hanya 12 celah keamanan yang ditemukan dalam Vista dalam 6 bulan pertama sejak kemunculannya.
Hal ini bisa terjadi akibat adanya feature keamanan baru di Vista. Faktor utama keamanan ini sebenarnya terletak pada UAC (User Account Control). Dengan fasilitas ini, pengguna hanya memiliki akses terbatas pada sistem. Jadi, jika pengguna ingin menginstalasi sebuah program atau mengakses setting yang berhubungan dengan sistem, meng­update aplikasi, atau meng-copy patch keamanan, UAC akan memblokir PC. Pengguna terlebih dahulu secara eksplisit harus menyetujui tindakan yang akan dilakukan, baru kemudian mendapatkan hak akses penuh pada sistem. UAC juga sering memunculkan pesan-pesan keamanan yang kadang justru mengganggu pengguna Vista.
3. Untuk menginstalasi printer atau scanner lama di Vista dibutuhkan perjuangan yang panjang. Kenyataan yang ada, driver lama tidak kompatibel dengan Vista dan driver versi baru hanya tersedia untuk perangkat baru. Dengan begitu, perangkat lama tidak berfungsi di bawah Vis­ta. Inkompatibilitas hardware dan software tetap tidak teratasi dengan SP1.

WINDOWS 7
KELEBIHAN
1. Berjalan lebih cepat dibandingkan Vista, tapi masih sedikit lebih lambat dibandingkan XP, tapi untuk versi x64 merupakan versi yang paling cepat bila dibandingkan XP atau Vista.
2. Fitur sekuriti yang benar-benar ketat. Jika sebelumnya kita bisa memaksa software untuk dapat diinstal di Vista (karena ada masalah kompatibilitas), kini tidak lagi.
3. Lebih sedikit membutuhkan ruangan harddisk
4. Manajemen memory yang lebih baik
5. Pengaturan taskbar yang lebih baik
6. Hampir semua driver untuk Vista bisa digunakan di Windows
7. Help Tool yang lebih baik.

KEKURANGAN
1. Ada hardware yang bisa langsung dikenali di Vista, tapi tidak di WIndows 7 (karena masih versi beta)
2. Susah memaksa software yang sebelumnya bisa dipaksakan diinstall di VIsta, juga dipasang di Windows 7